TIDUR YANG BAIK BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH
Diterjemahkan dari Medscape CME oleh dr. Damayanti Mustikarini
Berdasarkan penelitian oleh Dr. Kristen Knutson yang diterbitkan 8 Juni 2009, pada Archives of Internal Medicine didapatkan hasil bahwa tidur malan yang baik dapat menurunkan tekanan darah. Knutson menerangkan bahwa ada hubungan tidur kurang dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini menilai lamanya tidur dan kualitasnya dengan melihat grafik pergelangan tangan.
Grafik ini disebut Actiwatch-16 wrist-activity monitor, berisi sensor yang menghitung gerakan pergelangan tangan dalam 30 detik, yang memperlihatkan apakah subjek tidur atau bangun. Dan divalidasi dengan polysomnography sebagai penilaian lam dan kualitas tidur.
Dari penelitian itu didapatkan orang yang sedikit tidur mempunyai peningkatan tekanan darah yang lebih besar dalam 5 tahun, daripada yang tidurnya lebih lama. Saat kita tidur, sangat penting bagi tubuh kita, termasuk fungsi imun dan metabolisme glukosa, penurunan tekanan darah.
Sangat penting lamanya tidur, 5 -6 jam di malam hari masih belum cukup. Tujuh jam adalah minimum.
Penelitian ini diikuti oleh 578 orang yang diukur tekanan darahnya pada tahun 2000-2001, dan pada 2005-2006. Dan diperiksa dengan wrist actigraphy pada 2003 dan 2005. Hasil memperlihatkan bahwa tidur yang pendek dan kualitas tidur yang kurang berhubungan significan dengan tekanan darah yang lebihtinggi daripada 5 tahun sebelumnya.
Kemungkinan hal ini disebabkan oleh tidur yang kurang akan meningkatkan aktifitas syaraf simpatis, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah jika berlangsung kronik.
Dapat disimpulkan bahwa dengan tidur yang cukup minimal 7 jam sehari, maka tidak terjadi peningkatan tekanan darah.
———————————————————-
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: dr. Damayanti Mustikarini, tekanan darah, tidur