PENILAIAN KINERJA 2009

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah di bangun puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas berfungsi sebagai :

  1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan .
  2. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
  3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya, puskesmas dilengkapi dengan instrumen manajemen yang terdiri dari :

  1. Perencanaan tingkat Puskesmas
  2. Lokakarya Mini Puskesmas
  3. Penilaian Kinerja Puskesmas Dan Manajemen Sumber Daya termasuk alat, obat, keuangan dan Tenaga serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan pelaporan disebut sistem informasi manajemen Puskesmas (SIMPUS) dan upaya peningkatan mutu pelayanan ( antara lain melalui penerapan quality assurance ).

Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan, mempunyai peran cukup besar dalam upaya mencapai pembangunan kesehatan. Untuk mengetahui tingkat kinerja Puskesmas, perlu diadakan Penilaian Kinerja Puskesmas.

  1. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA

Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja / prestasi Puskesmas.

Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri, Penilaian kinerja ini menggunakan Change Management and Innovations (CMI) Tools dari Kemitraan Partnership, Adapun aspek penilaian meliputi data dasar pelayanan publik, transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas

  1. TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS
    1. Tujuan
      1. Tujuan Umum

        Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan kabupaten / kota.

        b.    Tujuan Khusus

        1. Untuk melakukan evaluasi sendiri (secara mandiri) tentang kualitas pelayanan yang diberikan.
        2. Hasil evaluasi menjadi dasar terhadap perbaikan pelayanan.
        3. Perbaikan pela-yanan dapat dilakukan dengan jalan perbaikan kebijakan tentang pelayanan atau intervensi program/kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
    2. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas :
      1. Puskesmas mengetahui tingkat kinerja pelayanan yang telah dilakukan
      2. Puskesmas dapat melakukan identifikasi hal-hal apa saja yang masih belum sempurna, dan dapat digunakan sebagai dasar melakukan perbaikan pelayanan
      3. Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan puskesmas dalam hal peningkatan kinerja pelayanan.
  2. RUANG LINGKUP PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

Ruang lingkup kinerja puskesmas meliputi data dasar pelayanan publik, transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas

  1. Transparansi,

    Indikator yang dipakai untuk menilai apakah pelayanan yang diberikan dilakukan secara tranSparan; dalam arti prosedur layanan, pembiayaan, dan proses pemberian layanan diketahui secara terbuka oleh pengguna layanan sebelum mereka memperoleh layanan yang dibutuhkan

  2. Partisipasi,

    Indikator yang dipakai untuk menilai apakah dalam memberikan pelayanan, penyedia layanan telah melibatkan masyarakat; baik di dalam perencanaan, implementasi dan evaluasi kinerja layanan yang diberikan.

  3. Akuntabilitas.

    Indikator yang dipakai untuk menilai apakah pelayanan publik yang diberikan oleh penyedia layanan telah sesuai dengan standar norma dan nilai yang dianut oleh masyarakat. Akuntabilitas dapat dilihat dari sisi administratif (keuangan), legal, profesional dan moral.

    =============================================================================

BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA

  1. BAHAN DAN PEDOMAN

Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja puskesmas adalah data dasar pelayanan publik, transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas Sedangkan dalam pelaksanaannya mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis hasil/masalah sampai dengan penyusunan laporan berpedoman pada Bahan Training CMI Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan oleh Kemitraan Partnership Desember 2008.

  1. TEKNIS PELAKSANAAN

Teknis pelaksanaan penilaian kinerja puskesmas di Kabupaten Gunungkidul tahun 2009, sebagai berikut di bawah ini:

1. Pengumpulan Data.

Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil kegiatan puskesmas th 2008 ( Jan s/d Des 2008 ) dalam instrument evaluasi internal kualitas pelayanan bidang kesehatan (puskesmas).

2. Pengolahan Data.

Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan input instrument data ke software CMI Tools, sehingga didapatkan hasil penilaian kinerja puskesmas.

============================================================================

BAB III

HASIL KINERJA UPT PUSKESMAS PLAYEN II TAHUN 2009

Hasil Kinerja UPT Puskesmas Playen II Tahun 2009 dapat kami sajikan sebagaimana berikut ini

  1. TRANSPARANSI

Total Skor Transparansi : 21 –> TRANSPARANSI BAGUS Dalam memberikan pelayanan, institusi ini telah menunjukkan adanya kesungguhan praktek transparansi pelayanan publik.

Artinya, masyarakat pengguna layanan telah mendapatkan informasi dalam hal-hal yang menyangkut: pengetahuan mengenai prosedur pelayanan, biaya layanan atau identitas petugas pelayanan publik. Namun demikian praktek transparansi masih bisa ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi.

  1. PARTISIPASI

Total Skor Partisipasi : 44 –> PARTISIPASI SANGAT BAGUS Dalam memberikan pelayanan, institusi ini telah menjalankan praktek keterlibatan masyarakat dalam pelayanan publik.

Artinya, masyarakat pengguna layanan telah dilibatkan dalam hal-hal yang menyangkut: perencanaan, proses atau evaluasi. Dengan kesadaran penuh dari para karyawannya untuk menjalankan Good Governance.

  1. AKUNTABILITAS

Total Skor Akuntabilitas : 61 –> AKUNTABILITAS SANGAT BAGUS Dalam memberikan pelayanan, institusi ini telah menjalankan praktek akuntabiltas pelayanan publik.

Artinya, masyarakat pengguna layanan telah merasa sesuai dengan standar norma dan nilai yang dianut oleh masyarakat yang menyangkut: sisi administratif (keuangan), legal, profesional dan moral. Dengan kesadaran penuh dari para karyawannya untuk menjalankan Good Governance.

  1. KUALITAS PELAYANAN

Total Skor Kualitas Pelayanan : 126 –> KUALITAS PELAYANAN SANGAT BAGUS
Dalam memberikan pelayanan, institusi ini telah menjalankan pelayanan berkualitas dalam pelayanan publik.

Artinya, masyarakat pengguna layanan telah diberikan pelayanan berkualitas dalam hal-hal yang menyangkut: transparansi, partisipasi atau akuntabilitas. Dengan kesadaran penuh dari para karyawannya untuk menjalankan Good Governance.

==================================================================================

BAB IV

KESIMPULAN

  1. Transparansi dari UPT Puskesmas Playen II adalah bagus
  2. Partisipasi dari UPT Puskesmas Playen II adalah sangat bagus
  3. Akuntabilitas dari UPT Puskesmas Playen II adalah sangat bagus
  4. Kualitas pelayanan dari UPT Puskesmas Playen II adalah sangat bagus

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: